Minggu, 17 Juli 2011

Sweet 2 Fatimah, Good-Bye...

Rasanya baru kemarin aku diutus jadi guru kelas bawah, kelas 2 Fatimah, bersama Bu Ria, partnerku. Aku yang biasa kerja sendiri di kelas atas, sekarang harus "berbagi" dengan orang lain karena 2 orang guru menjadi wali kelas di kelas bawah. Kuambil hikmahnya, aku tidak akan terlalu lelah, karena berbagi beban & tanggung jawab dengan Bu Ria. Alhamdulillah... orangnya baik.
Ujian terberatku adalah menghadapi anak-anak yang "super" seperti Nashir & Zidan, si malas & hobi ngomong jorok Kiki, si keras kepala & ratu preman Dara, si emosional Alif, si cerewet Yudith, Shameer, Arsha, & Altaf, si lemot Tito & Arkan 'ndut, si tukang bengong & mengkhayal Akhdani, si pelupa Tabina (juga Altaf & Akhdani), si sensitif & mudah nangis  Zahra & Farrel,  si tukang minta makanan guru Fauzan. Haikal, mamanya yang mudah panik tapi mudah diajak kerja sama.
Beberapa kejadian yang paling tidak bisa aku lupa, diantaranya waktu pertama kali aku supervisi. Pas Bu Nana, lagi! Waktu diadakan quiz per kelompok, banyak anak yang di kelompok kalah ngambek. Dara malah nangis karena dari awal teman2 kelompoknya tidak welcome. Kiki ngambek masuk kolong meja. Tito pasif malah sempat tidak mau ikut karena minder, takut tidak bisa jawab.Arsya, Zidan, & beberapa anak lain ribut tidak mau mengalah menebak gambar/ menjawab kalimat. Duh, nyebelin....
Belum lagi waktu guru Tilawati Bu Iin cuti melahirkan, digantikan oleh Riska, padahal anak2nya banyak yang nakal termasuk dari kelasku, Nashir. Alhasil, kacau... Riska bicara, tidak ada yang mendengar. Waktu Nashir ditegur, tidak minum saat belajar, malah menyiram jilbabnya. Minggu depannya, kuping Riska dijewer Nashir karena dia melihat temannya dijewer Riska waktu nyelonong ke toilet. Masya Allah....
Ada lagi yang bikin heboh, Zidan, ditemani Haikal, membuat kempes ban mobil di depan yayasan. Kepergok oleh Bu Nurul yang kebetulan baru pulang dari yayasan. Alhasil, dapat hukuman dari B.K. sekaligus dari Pak Ahmad. Duh, anak2ku....
However, I love them... they're still children... masih lebih bersih di mata Allah dibanding aku, gurunya yang sudah penuh dosa. Mudah2an mereka bisa merasakan kasih sayangku meskipun aku sering marah saat mereka nakal karena semua demi kebaikan mereka.
 Saat hari pembagian rapor, Alhamdulillah mayoritas ortu murid memberi tanda terima kasih padaku & Bu Ria. Bahkan Mama Puput cuma memberi kado (tas) padaku saja, sampai aku "gak enak" pada Bu Ria. Bingkisan paling mahal kurasa dari Mama Shameer, mukena putih penuh bordir. Sampai sayang mau dipakai, takut kotor, takut rusak waktu dicuci.
Yang sangat aku syukuri, aku terima amplop lebih banyak daripada sebelumnya. 1juta lebih, Subhanallah...
Kebetulan aku harus ke Sukabumi, perlu dana besar buat bayar bibi, Mang Ece & Mang Endang yang memperbaiki rumah & membereskan halaman, hutang ke Mang Apud sudah menembok makam papa (paling besar, 500ribu), biaya makan selama 1 minggu termasuk kasih jajan Haekal, juga membelikannya hadiah ultah sekaligus kenaikan kelas, cek darah ke lab.untuk mengetahui tentang gula darah & kolestrol, ke dokter gigi...  bahkan di luar itu, aku harus bayar jahitan baju seragam 250ribu & bayar angsuran I kursus LIA 440ribu. Allah Maha Tau, telah mengatur semua ini dengan sempurna.
Yang pasti, saat ini, 2 minggu menjelang gajian, aku harus menyisakan 1juta-an, karena aku harus bayar asuransi akhir bulan depan sekitar Rp 1.800.000,00 & tentunya, cadangan tabungan. Alhamdulillah, aku masih diberi rizqi oleh Allah.
Anak2ku di kelas 2 Fatimah akan masuk kelas baru besok Senin. Di kelas 3 nanti, sebagian dari mereka akan bertemu dengan teman2 baru. Khusus Alif & Haikal aku tempatkan di kelas unggulan. Meskipun emosional, Alif tekun & cerdas, terutama pelajaran hafalan. Justru karena pengaruh lingkungan teman2nya yang di kelas 2 Fatimah kemarin, emosi Alif sering tersulut & harus ekstra diawasi guru jika sudah "panas"  Sedangkan Haikal, mudah terpengaruh lingkungan, jadi menurun motivasi belajar, sering becanda karena teman2 di sekitarnya, padahal kelas 1 berasal dari kelas unggulan & termasuk pintar terutama pelajaran Matematika.
Banyak anak yang "diselamatkan" dari Nashir, terutama Farrel & Zahra. Kasihan mereka sudah terlalu lama sekelas dengan Nashir & sering jadi korban. Insya Allah, kelas 3 nanti, anak2ku dari 2 Fatimah menjadi lebih baik, akhlaq maupun hasil belajarnya, aamiin....
Selamat tinggal, 2 Fatimah yang penuh kenangan... Tahun ajaran baru ini aku ditugasi di kelas 2 Khadijah, kelas unggulan, bersama Bu Nur.(koordinator level)  Alhamdulillah..., akhirnya bisa juga merasakan menjadi wali kelas unggulan. Beri aku kekuatan & kelancaran dalam menjalani amanahMu ini, ya Alllah....