Minggu, 11 September 2011

Puisi RINTIHAN HATI di BULAN RAMADHAN

Suatu masa di suatu negri nan indah,
sebuah bangunan  kokoh nan megah
berniat luhur mencerdaskan pemuda bangsa
dinamailah bangunan itu "sekolah"

Berpuluh ribu murid, beratus guru,
mengisi hari demi hari, tahun demi tahun,
dengan ilmu, dengan ibadah, dengan kasih sayang...

Sang raja bahagia, para dayang pun dahaga,
berperan sebagai pengetuk palu keputusan
atas nama "kebijaksanaan"

Satu keputusan mencipta suka, dua keputusan mencipta duka.,
lima keputusan mencipta tawa, sepuluh keputusan mencipta air mata

Semboyan Islam didengungkan,
namun jiwa islami tidak ditegakkan
Keadilan yang sebenarnya cuma sebatas angan,
kesejahteraan cuma bagi mereka sebagian

Astagfirullahal aziim...
berlembar sajadah dihiasi tangisan kepedihan
di manakah nilai kemanusiaan
yang seharusnya ada sebagai bukti ketaqwaan...

Ramadhan oh Ramadhan...
haruskah ada jeritan ketidak adilan
bagi para pemberi ilmu yang sering kekurangan

Terbayang seorang anak bertanya pada bapaknya: "Pak, baju lebaranku mana?"
terbayang seorang istri bertanya pada suaminya: "Pak, belanja untuk lebaran mana?"
terbayang seorang anak bertanya pada ibunya: "Bu, kue lebarannya apa saja?"
terbayang seorang anak bertanya pada dirinya sendiri: "Apa yang bisa kubeli sebagai hadiah lebaran untuk
orang tuaku?"

Karena rupiah yang ada dalam genggaman
cuma cukup untuk beberapa hari ke depan

Para dayang tidak pernah mau membayangkan
karena para dayang tidak bisa merasakan
periiih... sediiih... lapaaar...

(ditulis berdasarkan keadaan yang terjadi di tempat kerjaku di bulan suci Ramadhan 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar