Kamis, 26 April 2012

About BEKAM

Tuesday, 24/4/2012...  I can't stand with my pain. Awalnya mau periksa ke dokter, tapi berubah pikiran. Actually, I'm afraid of  hasil diagnosa, proses penyinaran X-Ray, 'n obat kimia. It could become worst for my body. So, I decided to go to "bekam". Informasi bunda, ada tempat bekam yang bagus di Pekayon. Based on her experience,  penyakit kistanya sembuh dalam waktu 3 bulan, padahal sebelumnya menurut dokter harus dioperasi karena sudah parah. Percaya pada Sang Kuasa yang memberi penyakit & yang menyembuhkan penyakit.... disertai ikhtiar, Insya Allah...
Awalnya mataku dilihat & difoto, lalu foto tersebut dimasukkan ke dalam komputer, baru ketauan penyakitnya. Subhanallah... kata Pak Haji, aku terkena reumatik. What? Yang sama sekali tidak kubayangkan sebelumnya. Yang aku rasakan adalah nyeri di lengan kanan atas & terkadang merembet ke dada kanan. Yang membuatku gusar, saat aku raba di bawah lenganku, ada beberapa benjolan kecil di ketiak. Apakah ini pertanda tumor?
I have no idea...
Istigfar... istigfar... istigfar... memohon terus padaNya, diangkat semua penyakit beratku... Tugasku di dunia ini masih banyak, tanggung jawabku pada anak2 masih belum selesai... bahkan still have dreams I can't reach...
Nama tempatnya aku lupa, tapi terletak di daerah Pekayon, seberang kuburan, belakang mesjid
Pasrah pada Allah saat pundak & lenganku ditempeli alat bekam, ditusuk jarum 'n disedot darah kotorku. It took  about 1/2 hour badanku dibekam. Padahal tensiku rendah sekali, 80/100. Aku harus minum 2 sendok makan Sari Kurma dulu sebelum bekam.
Menebus obat untuk dikonsumsi di rumah, ternyata gak murah, lebih dari 300ribu. Alhamdulillah, bisa ada yang di-cut menjadi 200ribu lebih. Ya Rabb, how expensive...
Banyak makanan yang harus dipantang, seperti gorengan dari pinggir jalan, semua yang dibakar dengan arang, kopi, minuman soda & jeroan. Kecuali 2 yang terakhir, yang lainnya, aku suka... tapi aku lebih ingin sehat, jadi pastinya tidak akan kusentuh lagi!
Bunda terus mendampingiku. Bahkan saat menebus obat, aku dibantu... Pulang pergi aku diantar, Subhanallah, jika tanpa kehendakNya tidak akan terjadi, aku dipertemukan dengan "mereka yang baik"
Pulang... badanku lemas. Tidur hampir 2 jam. Langsung minum obat. Karena herbal, aku minum obatnya sebelum makan & setelah itu, bingung... makan apa ya? Mau keluar cari makan, badanku lemas. Untung ingat bekal doniat dari sekolah, syukuran Nung & Bule yang sudah cair sertifikasi. Alhamdulillah...
1 hal yang selalu kuingat: "Allah tidak  akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan & tiap penyakit pasti ada obatnya kecuali penyakit tua..." Mohon kesembuhan padaMu ya Allah, karena pada siapa lagi aku bergantung selain Engkau... Ijinkan aku sehat agar lebih sempurna ibadahku & lebih lengkap amalanku untuk bekalku pulang menghadapMu....

Jumat, 20 April 2012

Keteladanan Rasulullah SAW

Pengajian Al Azhar pusat bulan lalu membahas tema tentang "Keteladanan Rasulullah SAW".  Diawali dengan pembacaan ayat surah Al Qur'an Al Ahzab ayat 21 sebagai ayat yang diturunkan pada masa sulit Rasulullah, karena ada persekongkolan golongan Yahudi dan Quraisy untuk memusnahkan Rasulullah dan para sahabat yang waktu itu semakain populer sehingga golongan tersebut merasa terancam dan melakukan penyerangan yang dikenal sebagai Huswatul Ahzab.
Saat itu, Rasululllah menunjukkan sikap terbaik dengan tetap tenang dan selalu yakin atas pertolongan Allah. Beliau selalu minta pertimbangan (musyawarah) dengan para sahabat sebelum memutuskan sesuatu. Contoh, saat menghadapi musuh pada perang Hondakh, Rasulullah berkumpul dengan para sahabat untuk mencari ide terbaik dan ide terbaik ternyata diperoleh dari Salman, seseorang yang berasal dari Iran yang saat itu ikut duduk berkumpul bersama Rasulullah dan para sahabat. Beliau mengungkapkan bahwa Rasulullah sebaiknya membuat parit. Rasul memilih orang yang bukan dari golongan Arab, tidak pilih golongan. "Ambillah ilmu itu meskipun dari Cina" (hadist Rasul)
Rasulullah selalu bertanggung jawab untuk mau menjalani setiap putusan bersama dengan para rakyatnya, tidak sekedar memerintah tapi ikut turun tangan dengan siap menerima segala konsekwensi. Beliau menunjukkan pula pribadi mulianya sebagai pemimpin yang amanah dan kuat.
"Kuat" dibutuhkan oleh seorang pemimpin karena pemimpin harus mampu menghancurkan segala bentuk kemiskinan dan kebodohan rakyat / anak buah yang dipimpinnya.
Rasulullah memiliki fungsi yakni sebagai  Syahidah (saksi ),  Mubasyiron ( pemberi kabar gembira) dan Nadiron      ( pemberi peringatan ).
Saksi atas ketauhidan Allah swt, yang  diimplementasikan dengan pengucapan syahadat, diwujudkan dalam amaliyah, termasuk bertasbih. Pembawa kabar gembira yang artinya menyampaikan pada umat Islam bahwa tiap amal sholeh balasannya adalah syurga dan kebaikan yang berkali lipat. Sedangkan pemberi peringatan tentunya bahwa tiap kejahatan atau keburukan balasannya adalah neraka.
Sebagai muslim, kita wajib menjadi "baik" karena Rasulullah sudah menjadi dan memberi teladan pada kita. Sebagai muslim, kita sebagai saksi kebenaran atas firman Allah atau dengan kata lain "syuhada atas perilaku kita" dilandasi iman yang kokoh, melakukan yang diperintahkan dan mengajak kebajikan  dan mencegah kemunkaran dan menghindari yang dilarang.
Umat Islam sebagai "umat tengah" artinya umat yang memadukan antara urusan dunia akherat, lahir batin, tampak dan tidak tampak, sehingga agama Islam sebagai agama yang "adil" karena seimbang dan rasional.