Tidak bisa hilang dari ingatan hari dimana aku menemukan mama terjatuh di dapur cuci piring. Mama duduk dengan kepala terkulai ke kiri, ada air liur keluar dari mulut mama & badan mama yang basah, pastinya kena cipratan air dari ember di belakang mama jatuh. Aku berlari menghampiri mama sambil menyebut asma Allah & memanggilnya juga dengan panik. Suaraku yang hilang kar'na sedang sakit tenggorokan tapi terus mencoba berteriak membangunkan mama. Aku sadar tidak akan kuat mengangkat mama sendiri. Aku lari ke belakang untuk mencari pertolongan. Pintu kamar Yudi kugedor, tidak ada yang keluar. Yudi & saudara2nya sudah ke pasar. Berlari menuju kamar lain yang juga sepi, tiba-tiba Pak Endang keluar. Kukatakan padanya tentang mama sambil berlari lagi ke arah depan. Ke rumah David. David langsung berlari mengikutiku menuju mama. Ternyata sudah ada Mang Ece & anaknya. Mang Ece terus membisikkan doa di telinga mama. Anaknya kuminta tolong memberitahu Ma Atih agar menelpon ambulance. Aku masih berharap mama bisa diselamatkan. Mang Ece, David & Pak Endang menggendong mama ke ruang makan. Melihat baju mama yang basah & meraba badan mama yang dingin, aku mencoba mengganti baju mama. Saking paniknya, lupa banyak laki2 yang ada di sekitar mama. Ternyata baju mama sulit dilepas dari badan mama. Akhirnya aku membawa gunting & baju mama disobek oleh Mang Ece. "Maafin teteh, mah... Teteh mungkin udah bikin malu mama, buka'in baju mama depan laki2 yang jelas2 bukan keluarga kita" Aku masih berharap mama cuma pingsan & bisa diselamatkan. Sambil menunggu ambulance datang, kulumuri mama dengan minyak kayu putih. Kupakaikan mama sarung agar lebih mudah. Sherly & anaknya datang. Aku menitipkan mama pada mereka, sementara aku lari ke kamar, berganti baju sambil mempersiapkan dompet. Amplop isi THR aku bawa juga ke dalam tas bersama hp. Terdengar di luar kamar, suara Ma Atih. Juga suara beberapa orang yang tidak kukenal di ruang tengah. Saat kubuka pintu kamar, petugas ambulance datang. Tanpa berusaha mendekati mama yang sudah dipindahkan ke ruang tengah, dia bilang "Eta mah tos teu aya, Neng!" Aku masih tidak mau percaya. Aku keukeuh meyakini mama cuma pingsan. Petugas minta dibawakan kaca, didekatkan ke hidung mama sebagai bukti. Sebelum aku menjerit kar'na sadar mamaku sudah tiada, beberapa orang langsung memelukku. Lemas badan. Aku tidak kuasa menangis. Terus menangis sambil memanggil mama.Aku merasa Allah sedang membenciku dengan mengambil mama. Padahal baru 44 hari sebelumnya, Allah memanggil papa. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.... "Ya Allah, aku belum sempat membahagiakan mama. Bahkan tinggal bersama mama lagi seperti dulu pun, aku belum sempat. Aku belum menikah. Aku ingin mama ada saat aku menikah. Aku belum sempat minta maaf pada mama. Ya Allah... kenapa harus secepat ini?" Bukan cuma aku, banyak orang yang datang untuk memberi penghormatan terakhir pada mama. Subhanallah, semua saudara datang, termasuk Aa Tomi yang terkenal super sibuk & Kang Yayan, keponakan yang pernah mama urus waktu kecil & sayang pada mama. Alhamdulillah...semua dilancarkan. Tanpa aku sangka, ternyata sudah ada lahan kosong untuk mama dekat makam aki. Sama seperti halnya papa, aku tidak tau apa2 kar'na semua sudah diurus orang. Banyak orang yang digerakkan hatinya untuk meringankan aku dengan membayar biaya2. Kain kafan diberi gratis oleh Pa RT.
Aku ingat saat ikut memandikan mama. Mama sangat cantik, cantik sekali...Kulitnya putih bersih. Aku kebagian membersihkan kepala mama. Ibu2 yang lain membersihkan bagian badan mama yang lain. "Mama, kecantikanmu tetap terpancar meski nyawamu sudah tak ada..."
Mama dibawa ke pemakaman jam 2-an, setelah menunggu semua saudara kumpul. Tangisku pecah lagi saat mama akan ditutup selamanya dengan kain kafan. Tapi aku ingin sekali mencium mama. Kang Yayan memberikan sapu tangannya padaku sambil terus mengingatkan agar jangan sampai ada air mata jatuh ke jasad mama. "Mama... maafin teteh, mamafin teteh yang belum bisa menyenangkan mama, belum bisa membelikan mama rumah. Teteh sayang & cinta mama. Teteh akan terus mendoakan mama agar mama masuk surga"
Di pemakaman, banyak sekali bunga cantik. Juga banyak orang yang menghantar mama ke peristirahatan terakhir. Bahkan belakangan aku dengar, banyak tetangga yang ingin ikut tapi tidak ada kendaraan. Sayang mereka tidak bilang ke Oki agar disewakan angkot. Aku menguatkan diri untuk tidak jatuh saat jasad mama dimasukkan ke liang lahat. Kusebut terus asma Allah, mohon minta diberi kekuatan untukku sendiri & untuk mama agar diterima di sisiNya. Mama meninggal dunia dalam kondisi shaum. Insya Allah, mama husnul khotimah. "Ya Allah... terimalah mamaku, ampuni dosanya, lapangkan & berikan cahaya selalu dalam kuburnya, jauhkan mama dari fitnah kubur. Ya Allah, terimalah mama... Takdirkan beliau jadi penghuni surgaMu"
Aku baru ketemu Meity, Teh Uus, & Aa Tomy di pemakaman. Sambil memelukku, Aa Tomy berkata bahwa aku dipersilakan tinggal bersamanya jika aku mau. Ya...aku sekarang yatim piatu & tidak punya apa2. Hartaku paling berharga adalah orang tua, terutama mama yang kuyakini kekuatan doanya. Allah mengambil papa mama dalam waktu yang tidak lama& dalam usia yang sama, 75 tahun.
Kehilangan mama membuatku 'blank' menatap hari2 ke depan. Api semangatku tidak seterang saat masih ada mama. Saat Shalat Ied, betul2 aku merasa sendiri & kehilangan mama. Biasanya, pulang Shalat Ied, aku langsung menemui mama, memeluk mama, bersimpuh samil memohon maaf & kita berdua menangis. Tapi... mama sudah tiada, aku pulang ke rumah dalam kondisi kosong, jadi aku memutuskan langsung ke makam setelah Shalat Ied. Kucurahkan seluruh perasaanku di "depan mama" Mungkin jika bukan kar'na kasih sayang & pertolongan Allah, aku sudah tidak kuat menjalani semua ini. Dukungan moril & doa tulus teman2 juga membantuku tegar.
Mama...meskipun mama sudah tiada, teteh merasa mama masih ada tiap tetah pulang. Mama juga sering muncul dalam mimpiku. Bahkan mimpi terindah yang bagiku bermakna sangat baik, mama duduk di depan meja makan yang dipenuhi makanan lezat & buah-buahan yang beraneka ragam. Mudah2an bermakna mama dalam rumah baru yang menyenangkan & kelak saat hari akhir tiba, mama akan menjadi penghuni surga yang tiap saat akan dijamu dengan makanan lezat & semua yang selama ini cuma dalam angan-angan mama, Insya Allah....
Mama, saat ini teteh sedang berjuang untuk mencapai cita-cita teteh yang lain, menjadi penulis. Jikalau Allah memberi teteh kesempatan sukses dari hasil karya tulis teteh, teteh akan membuat sebuah tempat yang memberikan ilmu atau mengasah bakat orang-orang yang membutuhkan dari kalangan tidak punya. Teteh juga akan membesarkan anak yatim & menyekolahkan anak dari kaum dhuafa. Pahala dari kebaikan bukan cuma untuk teteh, tapi juga untuk mama. Teteh juga selalu berdoa diberi Allah kesempatan ke BAITULLAH, bukan cuma haji untuk diri sendiri, tapi juga ingin membadalkan haji untuk mama. Teteh ingin kembali pada Allah & pada saat hari akhir nanti dalam keadaan lengkap rukun iman & rukun Islam. Teteh ingin menjadi muslimah yang khaffah. Teteh juga berusaha terus berbuat kebaikan tiap hari demi menambah pahala mama. Satu hal yang belum teteh kerjakan sampai sekarang, teteh belum bisa menyambung silaturahmi ke Bi Otje & teman-teman mama yang lain. Insya Allah, secepatnya ma...
Sejak mama tiada, teteh tidak lagi tiap minggu ke Sukabumi. Teteh mengisi waktu dengan mencari & menambah ilmu, demi masa depan yang lebih baik. Alhamdulillah, ada saja cara Allah mewujudkan impian & cita2 teteh. DiberiNya teteh kekuatan raga, diberiNya rizqi untuk ongkos, diberiNya orang2 termasuk teman2 yang mau membantu teteh. Allah Maha Baik. Ampuni aku Ya Rabb, sudah pernah salah menilaiMu, menganggap Kau membenciku dengan memanggil mama papa & membiarkan aku sendiri. Ternyata sebetulnya, aku tidak pernah sendiri kar'na ada Allah selalu bersamaku.
Teteh betul2 menyayangi & mencintai mama. Teteh kangen mama. Teteh kangen sambutan mama saat teteh datang & tidur bersama mama. Teteh kangen risoles atau makanan lain sebagai oleh2 mama saat teteh mau pulang ke Bekasi. Teteh kehilangan mama.... Mudah2an suatu saat kelak, Allah mempertemukan kita lagi & mentakdirkan kita berada di surga bersama Kak Andre, golongan syuhada, golongan sholeh & sholehah, golongan Nabi bahkan Baginda Nabi Muhammad saw, aamiin....
Teteh tidak tau bagaimana cara "menolong" papa. Papa yang Allah takdirkan berbeda aqidah, bagaimana kelak di hari akhir, akan bisa bersama kita lagi atau tidak. Tapi teteh juga tetap mendoakan & terus memohon pada Allah. Teteh juga sayang papa & kangen papa. Sama seperti pada mama, teteh juga belum sempat minta maaf pada papa karena kepergiannya yang mendadak.
Teteh bangga & bahagia memiliki papa& mama yang sudah ,memberi tauladan banyak dalam hidup & melimpahi kasih sayang pada teteh sampai akhir hayat. Terima kasih papa, terima kasih mama... terutama mama sebagai perempuan yang paliiing...sabar menyikapi ujian hidup. Mama adalah guru teteh yang paling hebat! Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan mama, aamiin...
Sebuah nama yang memiliki makna dalam jiwa, membangkitkan asa dan cita, serta inspirasi dalam tiap langkah maupun dalam renungan di kesendirian
Sabtu, 30 Juni 2012
Class 2 Khodijah
Alhamdulillah, aku diberi kesempatan mengajar 'n menjadi wali kelas dari kelas unggulan. Bersama B'Nur, my partner, sama-sama menjadi ibu dari anak-anak kelas 2 Khodijah. Anak-anak yang cerdas, kritis, 'n mayoritas perempuan daripada laki2. Tidak semua berasal dari kelas 1 unggulan, 1/3 dari mereka berasal dari kelas reguler tapi 3 yang terbaik. Berbeda dengan kelas-kelas sebelumnya, anak-anak kelas unggulan haus belajar, semangat, selalu bertanya jika belum paham, kreatif, 'n tanggung jawab jika diberi tugas. Senang rasanya...
Yang paling pintar namanya Azka, bersaing ketat dengan si cantik Nadya. Keduanya serius saat belajar 'n jika diberi tugas selalu memberikan hasil yang terbaik. Bedanya, Azka lebih pemalu 'n suka tidak percaya diri saat bergaul. Padahal Azka punya potensi yang besar sekali. Kami mengikut sertakan Azka dalam lomba Calistung antar sekolah se-kabupaten Bekasi. Sayangnya, cuma menang sebagai juara 1 di tingkat gugus. Nadya lebih supel tapi juga posesif dalam berteman. Punya bakat menjadi pemimpin, terlihat saat dia memimpin teman-temannya menari sambil menyanyi lagu "Cherrybells" Yang cerewet cukup banyak di kelas tapi yang paliiing... cerewet namanya Tiara, adiknya Ryan, muridku dulu yang sekarang sudah SMP tingkat akhir, yang sangat pendiam 'n kaku dalam berteman. Rafa si tomboy yang ternyata punya penyakit cukup serius, flek di paru-parunya. Caren si pemberani, overconfident and overweight, he...he...he.... cukup cerdas, berani jika ditanya, baik tapi sering selebor, tidak teliti 'n susah disuruh rapi. Ada lagi yang lebih baik 'n tulus perhatian pada teman2nya, Mareta. Hebatnya, dari wa-lasnya dulu, B'Tini, ayahnya punya istri lagi tapi dia tetap baik 'n sayang pada ayahnya (pernah bilang mau membelikan sepatu baru buat ayahnya waktu kelas 1 dulu). Si cantik Farrah, adiknya Vira, muridku dulu yang sekarang sudah akan menjadi siswi SMP, pendiam pada yang belum kenal 'n sangat pemilih dalam berteman, harus selalu dengan Arin, bekas teman sekelasnya dulu. Jika Arin dekat dengan teman lain, Farrah diam2 marah, sampai pernah ada kejadian dia menulis surat yang berisi kata2 kasar pada Musa atas nama Arin! Tania, merasa punya kelebihan bisa punya indera keenam, jadi sering berkhayal 'n mengarang pada teman2nya. Audrey, bekas anaknya B'Elin, yang awalnya tidak percaya diri 'n tidak nyaman berada di kelas unggulan tapi ternyata di akhir tahun ajaran, bisa meraih ranking 3, setelah Azka 'n Nadya.(sampai pernah nangis minta pulang 'n kalau sekolah harus ditunggui ayahnya, wualah...) Seorang lagi yang sangat polos 'n sering ingusan saat pilek bernama Maisa, pintar mengajinya tapi lambat menulis 'n sering dijemput adiknya yang masih TK saat pulang, Najya.
Sedangkan anak laki2nya, yang paling manja tapi cukup serius jika belajar 'n tulisannya sangat rapi adalah Andra, adiknya Fikri- Alvin-Via.Si 'ndut yang sangat suka tertawa 'n cadel adalah Damar. Nando, juga suka tertawa, jarang serius saat belajar 'n kurang tangung jawab padahal sebetulnya cukup cerdas terutama di pelajaran Matematika. Aryo yang pendiam jika terhadap guru tapi sering menjaili Rafi, sahabatnya sampai nangis, sering mimisan 'n pernah muntah 'n ngompol.Musa, laki2 yang gayanya seperti perempuan 'n sangat ekspresif kalau berbicara. Yang paling istimewa adalah Arvel, anak hasil "broken home" because his parents has divorced tapi cukup tabah 'n tanggung jawab saat diberi tugas, punya motivasi belajar yang kuat cuma sayangnya, sering tidak masuk sekolah tanpa kabar (karena masalah di rumahnya). Aku hampir panik saat melihat nilai Bahasa Inggrisnya dibawah 5, jadi sering sekali aku kasih latihan 'n Alhamdulillah... berubah baik. Ada yang kembar, sama2 pendiam, namanya Raka-Adi, anak dari P' Yadi, pejabat yayasan. Tidak menonjol prestasi belajarnya, pasif tapi sebetulnya mampu, cuma harus terus di-ulang2 karena "slow motion" dibanding teman2nya. Anaknya B'Wukan bernama Naufal, cukup cerdas tapi karena motivasi belajarnya kurang jadi tidak bisa masuk 10 besar, bahkan di akhir tahun ajaran merosot tajam dari ranking belasan ke ranking puluhan.
Anyway... I really love my students. They are the best students I've ever had. Wish they have good future, get success with their own dreams, aamiin.... I LOVE YOU ALL....
Yang paling pintar namanya Azka, bersaing ketat dengan si cantik Nadya. Keduanya serius saat belajar 'n jika diberi tugas selalu memberikan hasil yang terbaik. Bedanya, Azka lebih pemalu 'n suka tidak percaya diri saat bergaul. Padahal Azka punya potensi yang besar sekali. Kami mengikut sertakan Azka dalam lomba Calistung antar sekolah se-kabupaten Bekasi. Sayangnya, cuma menang sebagai juara 1 di tingkat gugus. Nadya lebih supel tapi juga posesif dalam berteman. Punya bakat menjadi pemimpin, terlihat saat dia memimpin teman-temannya menari sambil menyanyi lagu "Cherrybells" Yang cerewet cukup banyak di kelas tapi yang paliiing... cerewet namanya Tiara, adiknya Ryan, muridku dulu yang sekarang sudah SMP tingkat akhir, yang sangat pendiam 'n kaku dalam berteman. Rafa si tomboy yang ternyata punya penyakit cukup serius, flek di paru-parunya. Caren si pemberani, overconfident and overweight, he...he...he.... cukup cerdas, berani jika ditanya, baik tapi sering selebor, tidak teliti 'n susah disuruh rapi. Ada lagi yang lebih baik 'n tulus perhatian pada teman2nya, Mareta. Hebatnya, dari wa-lasnya dulu, B'Tini, ayahnya punya istri lagi tapi dia tetap baik 'n sayang pada ayahnya (pernah bilang mau membelikan sepatu baru buat ayahnya waktu kelas 1 dulu). Si cantik Farrah, adiknya Vira, muridku dulu yang sekarang sudah akan menjadi siswi SMP, pendiam pada yang belum kenal 'n sangat pemilih dalam berteman, harus selalu dengan Arin, bekas teman sekelasnya dulu. Jika Arin dekat dengan teman lain, Farrah diam2 marah, sampai pernah ada kejadian dia menulis surat yang berisi kata2 kasar pada Musa atas nama Arin! Tania, merasa punya kelebihan bisa punya indera keenam, jadi sering berkhayal 'n mengarang pada teman2nya. Audrey, bekas anaknya B'Elin, yang awalnya tidak percaya diri 'n tidak nyaman berada di kelas unggulan tapi ternyata di akhir tahun ajaran, bisa meraih ranking 3, setelah Azka 'n Nadya.(sampai pernah nangis minta pulang 'n kalau sekolah harus ditunggui ayahnya, wualah...) Seorang lagi yang sangat polos 'n sering ingusan saat pilek bernama Maisa, pintar mengajinya tapi lambat menulis 'n sering dijemput adiknya yang masih TK saat pulang, Najya.
Sedangkan anak laki2nya, yang paling manja tapi cukup serius jika belajar 'n tulisannya sangat rapi adalah Andra, adiknya Fikri- Alvin-Via.Si 'ndut yang sangat suka tertawa 'n cadel adalah Damar. Nando, juga suka tertawa, jarang serius saat belajar 'n kurang tangung jawab padahal sebetulnya cukup cerdas terutama di pelajaran Matematika. Aryo yang pendiam jika terhadap guru tapi sering menjaili Rafi, sahabatnya sampai nangis, sering mimisan 'n pernah muntah 'n ngompol.Musa, laki2 yang gayanya seperti perempuan 'n sangat ekspresif kalau berbicara. Yang paling istimewa adalah Arvel, anak hasil "broken home" because his parents has divorced tapi cukup tabah 'n tanggung jawab saat diberi tugas, punya motivasi belajar yang kuat cuma sayangnya, sering tidak masuk sekolah tanpa kabar (karena masalah di rumahnya). Aku hampir panik saat melihat nilai Bahasa Inggrisnya dibawah 5, jadi sering sekali aku kasih latihan 'n Alhamdulillah... berubah baik. Ada yang kembar, sama2 pendiam, namanya Raka-Adi, anak dari P' Yadi, pejabat yayasan. Tidak menonjol prestasi belajarnya, pasif tapi sebetulnya mampu, cuma harus terus di-ulang2 karena "slow motion" dibanding teman2nya. Anaknya B'Wukan bernama Naufal, cukup cerdas tapi karena motivasi belajarnya kurang jadi tidak bisa masuk 10 besar, bahkan di akhir tahun ajaran merosot tajam dari ranking belasan ke ranking puluhan.
Anyway... I really love my students. They are the best students I've ever had. Wish they have good future, get success with their own dreams, aamiin.... I LOVE YOU ALL....
About al muslim
IITahun 2007 adalah awal aku mengenal suatu lembaga pendidikan bernama al Muslim. Yayasan yang sangat besar, mulai dari TK sampai SMK bahkan ada akademi meskipun siswanya tidak sebanyak SD, SMP, SMA, dan SMK. Terletak di daerah Tambun, tepatnya jalan Kampung Bahagia (bahagia?) atau Kampung Utan jika aku memakai kendaraan umum. Tidak persis di pinggir jalan raya besar, agak masuk ke dalam, tapi ternyata jika kita sudah ada di depan gerbangnya, terlihat sekali kemegahannya. Beberapa satpam menjaga gerbang dan parkir. Wah, betul-betul eksklusif...
Mungkin jika aku tidak mengambil Akta 4 di Unisma, aku tidak akan pernah mengenal al Muslim. Kepsek SD yang bernama Bu Nana ternyata baru mengambil Akta 4, sama seperti aku. Beliau tidak mengenalku, aku juga tidak mengenal beliau, bahkan kami tidak pernah ngobrol saat kuliah. Namun, ada seorang yang bernama Yessi yang menjembatani kami untuk bertemu. Sampai akhirnya, saat lulus kuliah, aku langsung ditelpon Yessi dan ditawari untuk bekerja sebagai guru di SD al Muslim. Padahal dalam benakku waktu itu, aku akan pulang ke Sukabumi saja dan mencoba melamar kerja di sana sambil menemani mama. Rencana manusia ternyata tidak selalu samadengan rencana Allah. Kuputuskan untuk langsung menerima tawaran, karena kusadari bahwa mencari kerja jaman sekarang tidaklah mudah. Meskipun aku harus di-test lebih dahulu, tapi Alhamdulillah... aku diterima. Takdir....
Awal aku bekerja, aku ditempatkan sebagai guru kelas 6 yang mengajar pelajaran PKPS, tidak terlalu menyimpang dari my education background. Panas dingin waktu pertama aku harus masuk kelas. Tapi terus kuyakinkan dalam hati, "aku pasti bisa" There is always the first time for everything... itulah yang aku alami dan rasakan. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, aku bisa melampaui beberapa hambatan. Hal yang paling tidak bisa kuhilangkan adalah suaraku yang dianggap banyak orang terlalu kecil, kurang keras. Ruangan kelas yang dibuat terbuka bagian atas pintu, ventilasi yang luas dan sikap anak-anak yang sering ribut, baik di kelas yang sedang kumasuki maupun dari kelas sebelahnya. Tapi yaa... mau gimana lagi ya? Yang penting, aku bisa mentransfer ilmu pada anak-anak didikku dengan baik dan hasil ulangan mereka pun tidak mengecewakan. Kalau pun ada yang dibawah standar, itu adalah anak-anak yang memang memiliki kemampuan rendah untuk menyerap ilmu, bukan cuma dari pelajaranku saja, tapi dari semua pelajaran. Sayang, mereka berasal dari keluarga the have, makanannya pasti bergizi, tapi tidak pintar....
Aku menyayangi anak-anakku. Merekalah motivasiku untuk datang ke al Muslim tiap hari, karena jika aku menyadari gajiku yang sangat minim, aku sering menangis. Otakku dibayar rendah di sekolah yang spp siswanya sekitar 500rb/bulan. Tidak jarang belum sampai akhir bulan, aku sudah mengerutkan kening, gimana cara aku bisa mencukupi kebutuhanku sampai akhir bulan. Aku tidak diberi transpor samasekali karena aku masih sebagai Guru Paruh Waktu. Gajiku berdasarkan perhitungan tatap muka ditambah gaji pokok yang menurutku masih dibawah gaji seorang baby sitter. Mereka yang bernasib samadenganku adalah guru-guru Qira'ati, mengajar mengaji, tapi mereka bukan sarjana, bahkan ada yang cuma sampai SMA. Juga ada 2 orang guru lain yang bernasib sama, Bu Eros yang mengajar Bahasa Indonesia dan Miss Nining yang mengajar Bahasa Inggris. Keduanya ditempatkan di level 3 dan 4. Sama denganku, mereka pun merasa tidak adil. Keduanya bertekad tidak akan pernah lama bekerja di al Muslim.
Mungkin jika aku tidak mengambil Akta 4 di Unisma, aku tidak akan pernah mengenal al Muslim. Kepsek SD yang bernama Bu Nana ternyata baru mengambil Akta 4, sama seperti aku. Beliau tidak mengenalku, aku juga tidak mengenal beliau, bahkan kami tidak pernah ngobrol saat kuliah. Namun, ada seorang yang bernama Yessi yang menjembatani kami untuk bertemu. Sampai akhirnya, saat lulus kuliah, aku langsung ditelpon Yessi dan ditawari untuk bekerja sebagai guru di SD al Muslim. Padahal dalam benakku waktu itu, aku akan pulang ke Sukabumi saja dan mencoba melamar kerja di sana sambil menemani mama. Rencana manusia ternyata tidak selalu samadengan rencana Allah. Kuputuskan untuk langsung menerima tawaran, karena kusadari bahwa mencari kerja jaman sekarang tidaklah mudah. Meskipun aku harus di-test lebih dahulu, tapi Alhamdulillah... aku diterima. Takdir....
Awal aku bekerja, aku ditempatkan sebagai guru kelas 6 yang mengajar pelajaran PKPS, tidak terlalu menyimpang dari my education background. Panas dingin waktu pertama aku harus masuk kelas. Tapi terus kuyakinkan dalam hati, "aku pasti bisa" There is always the first time for everything... itulah yang aku alami dan rasakan. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, aku bisa melampaui beberapa hambatan. Hal yang paling tidak bisa kuhilangkan adalah suaraku yang dianggap banyak orang terlalu kecil, kurang keras. Ruangan kelas yang dibuat terbuka bagian atas pintu, ventilasi yang luas dan sikap anak-anak yang sering ribut, baik di kelas yang sedang kumasuki maupun dari kelas sebelahnya. Tapi yaa... mau gimana lagi ya? Yang penting, aku bisa mentransfer ilmu pada anak-anak didikku dengan baik dan hasil ulangan mereka pun tidak mengecewakan. Kalau pun ada yang dibawah standar, itu adalah anak-anak yang memang memiliki kemampuan rendah untuk menyerap ilmu, bukan cuma dari pelajaranku saja, tapi dari semua pelajaran. Sayang, mereka berasal dari keluarga the have, makanannya pasti bergizi, tapi tidak pintar....
Aku menyayangi anak-anakku. Merekalah motivasiku untuk datang ke al Muslim tiap hari, karena jika aku menyadari gajiku yang sangat minim, aku sering menangis. Otakku dibayar rendah di sekolah yang spp siswanya sekitar 500rb/bulan. Tidak jarang belum sampai akhir bulan, aku sudah mengerutkan kening, gimana cara aku bisa mencukupi kebutuhanku sampai akhir bulan. Aku tidak diberi transpor samasekali karena aku masih sebagai Guru Paruh Waktu. Gajiku berdasarkan perhitungan tatap muka ditambah gaji pokok yang menurutku masih dibawah gaji seorang baby sitter. Mereka yang bernasib samadenganku adalah guru-guru Qira'ati, mengajar mengaji, tapi mereka bukan sarjana, bahkan ada yang cuma sampai SMA. Juga ada 2 orang guru lain yang bernasib sama, Bu Eros yang mengajar Bahasa Indonesia dan Miss Nining yang mengajar Bahasa Inggris. Keduanya ditempatkan di level 3 dan 4. Sama denganku, mereka pun merasa tidak adil. Keduanya bertekad tidak akan pernah lama bekerja di al Muslim.
My unforgetable day
I love Thursday... at June 28,2012... how grateful I was for all I got. First, Allah lets me to ate before adzan 'cause I hardly wanted fasting. Second, when I went to atm, I saw my money has increased, Alhamdulillah... so it means, I've got bonus from my work. I heard bad news from some friends that we won't get bonus anymore, but it doesn't happen. It isn't true! So, I did transfer my money to Rosi, Mang Ece's daughter. Not too much, it's only 500.000,00 for her school need. I want to help her regularly every month, wish Allah will help me to have money more than usual, Insya Allah there's a way out.... Third, I went to YKI with my best friend, Sizzy, for check up my breast, USG. I was afraid 'cause I sometimes feel pain in my breast and the result, Subhanallah... there's nothing! Doctor said that I must avoid of broiler chicken, especially its wing and thigh. My pain just because of the food I eat. Not too different with the consultant in Bekam, I must avoid of yellow of egg. So, I must diet from some kinds of food to take care about my cholesterol. I remember, my cholesterol above 200, so I have to aware... The last, before we went home, Sizzy asked me to find a place for breaking my fast and she paid my meal, as usual... Thanks ya, Non... you're my true best friend.... Thanks to Allah for the day, an unforgetable day... Subhanallah..., Alhamdulillah..., Allahu Akbar....
Ops, on the other hand, I have bad news, really shocked me! Ma Uyu told me that Kang Harry Hudaya was dead. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun... He got heartache! His daughter found him passed away when she wanted to permit to work. As long as I know, nowadays Kang Harry got involved in some religion activities. He became a religious man. Once upon time, he tried to call me for job. He offered me to translate his business letter but unfortunately, he cancelled it at the same time I agreed it. I wasn't angry with him 'cause I know there's always a blessing behind... I appreciate his attention and never forget his kindness. Good bye Kang Harry, wish Allah gives you the best place in heaven, aamiin...
Ops, on the other hand, I have bad news, really shocked me! Ma Uyu told me that Kang Harry Hudaya was dead. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun... He got heartache! His daughter found him passed away when she wanted to permit to work. As long as I know, nowadays Kang Harry got involved in some religion activities. He became a religious man. Once upon time, he tried to call me for job. He offered me to translate his business letter but unfortunately, he cancelled it at the same time I agreed it. I wasn't angry with him 'cause I know there's always a blessing behind... I appreciate his attention and never forget his kindness. Good bye Kang Harry, wish Allah gives you the best place in heaven, aamiin...
Rabu, 20 Juni 2012
How Grateful I am...
Alhamdulillah... I am grateful for today. First, I finally finish writing the result of my children on their report's books. All of them have good scores. Most of them have above 9 in the main subjects such as Religion, Bahasa, Social, Science, Math, and especially, English. There are lots of topics in English, not only from the school book , but also from the note book. I gave them many vocabularies that've related to the topics. They make it! Arvel, my student who often absent at English lesson, can reach a good score of his semester test. I gave him exercises and homeworks to help him to study at home. He took his tasks wholeheartedly and he did! He has good motivation to study and I really appreciate it!
Second, I've "visitor" that I've been waiting for almost two months. It happens in school, but as always, I've worn a pantyliner from home, so... Alhamdulillah....
Thanks Allah for Your gift today... You've heard my pray every time because I was very worried of my own health. You saw my tears because I was afraid of my own condition. How much I must spend my money if I have serious disease. But deep in my heart, I always believe His kindness and there is always a wisdom behind this.... I have nothing, Allah has things.... Now, my sorrow has melt away....
Second, I've "visitor" that I've been waiting for almost two months. It happens in school, but as always, I've worn a pantyliner from home, so... Alhamdulillah....
Thanks Allah for Your gift today... You've heard my pray every time because I was very worried of my own health. You saw my tears because I was afraid of my own condition. How much I must spend my money if I have serious disease. But deep in my heart, I always believe His kindness and there is always a wisdom behind this.... I have nothing, Allah has things.... Now, my sorrow has melt away....
Langganan:
Komentar (Atom)