Kamis, 29 Desember 2011

A Note about Success

      Most parents want their children to have high education. They say that having high education will enable young people to have better job. Is that so?
      In developing countries like Malaysia and Indonesia, studying at the university cost a lot of money or very expensive. Only those who came from rich families can study at the university. IS HAVING COLLEGE DEGREE A GUARANTEE TO SUCCESS?
     Wish we have time to conduct a research, we will find out that lots of entreproneurs don't have college background. How can they be succesful and rich?
      Success does not belong to college graduates only. Success is everybody's privilege. However, in order to be successful, people must be hardworking, patience, persistance, and creatif.  If we have those qualities, success will be in our hand.
      When are people considered successful? Most people associate success with wealth and ranks. Richer someone is more successful or  higher someone's rank is more successful.
      In big cities where unemployment is widespread, success means having a steady job as government employee or private employee with good salary. A senior high graduate who has a steady job, motorcycle, and house can also be said to be successful.  Considering the fact that many offices or companies only those who have academy degree are accepted to work.
      Success can't be defined precisely. The definition of success depends on who will define it. Everybody has his/her own defination.

Minggu, 11 September 2011

Puisi RINTIHAN HATI di BULAN RAMADHAN

Suatu masa di suatu negri nan indah,
sebuah bangunan  kokoh nan megah
berniat luhur mencerdaskan pemuda bangsa
dinamailah bangunan itu "sekolah"

Berpuluh ribu murid, beratus guru,
mengisi hari demi hari, tahun demi tahun,
dengan ilmu, dengan ibadah, dengan kasih sayang...

Sang raja bahagia, para dayang pun dahaga,
berperan sebagai pengetuk palu keputusan
atas nama "kebijaksanaan"

Satu keputusan mencipta suka, dua keputusan mencipta duka.,
lima keputusan mencipta tawa, sepuluh keputusan mencipta air mata

Semboyan Islam didengungkan,
namun jiwa islami tidak ditegakkan
Keadilan yang sebenarnya cuma sebatas angan,
kesejahteraan cuma bagi mereka sebagian

Astagfirullahal aziim...
berlembar sajadah dihiasi tangisan kepedihan
di manakah nilai kemanusiaan
yang seharusnya ada sebagai bukti ketaqwaan...

Ramadhan oh Ramadhan...
haruskah ada jeritan ketidak adilan
bagi para pemberi ilmu yang sering kekurangan

Terbayang seorang anak bertanya pada bapaknya: "Pak, baju lebaranku mana?"
terbayang seorang istri bertanya pada suaminya: "Pak, belanja untuk lebaran mana?"
terbayang seorang anak bertanya pada ibunya: "Bu, kue lebarannya apa saja?"
terbayang seorang anak bertanya pada dirinya sendiri: "Apa yang bisa kubeli sebagai hadiah lebaran untuk
orang tuaku?"

Karena rupiah yang ada dalam genggaman
cuma cukup untuk beberapa hari ke depan

Para dayang tidak pernah mau membayangkan
karena para dayang tidak bisa merasakan
periiih... sediiih... lapaaar...

(ditulis berdasarkan keadaan yang terjadi di tempat kerjaku di bulan suci Ramadhan 2011)

Minggu, 17 Juli 2011

Sweet 2 Fatimah, Good-Bye...

Rasanya baru kemarin aku diutus jadi guru kelas bawah, kelas 2 Fatimah, bersama Bu Ria, partnerku. Aku yang biasa kerja sendiri di kelas atas, sekarang harus "berbagi" dengan orang lain karena 2 orang guru menjadi wali kelas di kelas bawah. Kuambil hikmahnya, aku tidak akan terlalu lelah, karena berbagi beban & tanggung jawab dengan Bu Ria. Alhamdulillah... orangnya baik.
Ujian terberatku adalah menghadapi anak-anak yang "super" seperti Nashir & Zidan, si malas & hobi ngomong jorok Kiki, si keras kepala & ratu preman Dara, si emosional Alif, si cerewet Yudith, Shameer, Arsha, & Altaf, si lemot Tito & Arkan 'ndut, si tukang bengong & mengkhayal Akhdani, si pelupa Tabina (juga Altaf & Akhdani), si sensitif & mudah nangis  Zahra & Farrel,  si tukang minta makanan guru Fauzan. Haikal, mamanya yang mudah panik tapi mudah diajak kerja sama.
Beberapa kejadian yang paling tidak bisa aku lupa, diantaranya waktu pertama kali aku supervisi. Pas Bu Nana, lagi! Waktu diadakan quiz per kelompok, banyak anak yang di kelompok kalah ngambek. Dara malah nangis karena dari awal teman2 kelompoknya tidak welcome. Kiki ngambek masuk kolong meja. Tito pasif malah sempat tidak mau ikut karena minder, takut tidak bisa jawab.Arsya, Zidan, & beberapa anak lain ribut tidak mau mengalah menebak gambar/ menjawab kalimat. Duh, nyebelin....
Belum lagi waktu guru Tilawati Bu Iin cuti melahirkan, digantikan oleh Riska, padahal anak2nya banyak yang nakal termasuk dari kelasku, Nashir. Alhasil, kacau... Riska bicara, tidak ada yang mendengar. Waktu Nashir ditegur, tidak minum saat belajar, malah menyiram jilbabnya. Minggu depannya, kuping Riska dijewer Nashir karena dia melihat temannya dijewer Riska waktu nyelonong ke toilet. Masya Allah....
Ada lagi yang bikin heboh, Zidan, ditemani Haikal, membuat kempes ban mobil di depan yayasan. Kepergok oleh Bu Nurul yang kebetulan baru pulang dari yayasan. Alhasil, dapat hukuman dari B.K. sekaligus dari Pak Ahmad. Duh, anak2ku....
However, I love them... they're still children... masih lebih bersih di mata Allah dibanding aku, gurunya yang sudah penuh dosa. Mudah2an mereka bisa merasakan kasih sayangku meskipun aku sering marah saat mereka nakal karena semua demi kebaikan mereka.
 Saat hari pembagian rapor, Alhamdulillah mayoritas ortu murid memberi tanda terima kasih padaku & Bu Ria. Bahkan Mama Puput cuma memberi kado (tas) padaku saja, sampai aku "gak enak" pada Bu Ria. Bingkisan paling mahal kurasa dari Mama Shameer, mukena putih penuh bordir. Sampai sayang mau dipakai, takut kotor, takut rusak waktu dicuci.
Yang sangat aku syukuri, aku terima amplop lebih banyak daripada sebelumnya. 1juta lebih, Subhanallah...
Kebetulan aku harus ke Sukabumi, perlu dana besar buat bayar bibi, Mang Ece & Mang Endang yang memperbaiki rumah & membereskan halaman, hutang ke Mang Apud sudah menembok makam papa (paling besar, 500ribu), biaya makan selama 1 minggu termasuk kasih jajan Haekal, juga membelikannya hadiah ultah sekaligus kenaikan kelas, cek darah ke lab.untuk mengetahui tentang gula darah & kolestrol, ke dokter gigi...  bahkan di luar itu, aku harus bayar jahitan baju seragam 250ribu & bayar angsuran I kursus LIA 440ribu. Allah Maha Tau, telah mengatur semua ini dengan sempurna.
Yang pasti, saat ini, 2 minggu menjelang gajian, aku harus menyisakan 1juta-an, karena aku harus bayar asuransi akhir bulan depan sekitar Rp 1.800.000,00 & tentunya, cadangan tabungan. Alhamdulillah, aku masih diberi rizqi oleh Allah.
Anak2ku di kelas 2 Fatimah akan masuk kelas baru besok Senin. Di kelas 3 nanti, sebagian dari mereka akan bertemu dengan teman2 baru. Khusus Alif & Haikal aku tempatkan di kelas unggulan. Meskipun emosional, Alif tekun & cerdas, terutama pelajaran hafalan. Justru karena pengaruh lingkungan teman2nya yang di kelas 2 Fatimah kemarin, emosi Alif sering tersulut & harus ekstra diawasi guru jika sudah "panas"  Sedangkan Haikal, mudah terpengaruh lingkungan, jadi menurun motivasi belajar, sering becanda karena teman2 di sekitarnya, padahal kelas 1 berasal dari kelas unggulan & termasuk pintar terutama pelajaran Matematika.
Banyak anak yang "diselamatkan" dari Nashir, terutama Farrel & Zahra. Kasihan mereka sudah terlalu lama sekelas dengan Nashir & sering jadi korban. Insya Allah, kelas 3 nanti, anak2ku dari 2 Fatimah menjadi lebih baik, akhlaq maupun hasil belajarnya, aamiin....
Selamat tinggal, 2 Fatimah yang penuh kenangan... Tahun ajaran baru ini aku ditugasi di kelas 2 Khadijah, kelas unggulan, bersama Bu Nur.(koordinator level)  Alhamdulillah..., akhirnya bisa juga merasakan menjadi wali kelas unggulan. Beri aku kekuatan & kelancaran dalam menjalani amanahMu ini, ya Alllah....

Minggu, 01 Mei 2011

Pengajian di Al Azhar

Seperti biasa, aku menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Allah bernama Al Azhar di Kebayoran Baru. Biasanya aku datang di minggu keempat karena jadwalnya tentang hadist. Sebetulnya ada yang juga menarik, di minggu kedua, tentang tafsir Al Qur'an. Tapi bentrok dengan jadwal tausiyah Aa Gym di Istiqlal & aku paling suka berdoa dengan dipimpin beliau menjelang akhir acara. Beberapa orang mungkin sudah malas datang ke pengajian yang ada Aa, tapi bagiku beliau tetap guruku. Jika poligami yang dilakukannya membuat ibu-ibu / para akhwat benci, bagiku itu adalah urusan keluarganya. Kalau pun Aa dianggap salah, bukan hakku untuk menghakiminya. Namanya manusia pasti ada kesalahan. Aku juga guru, aku tidak mau dibenci oleh murid-murid jika aku melakukan salah.
Saat tiba di mesjid tadi, rupanya ada pasangan yang sedang melakukan ijab kabul. Duh, senangnya jika sudah bertemu jodoh... Kapan giliranku, ya Allah? Aku sama sekali tidak tau jadwal pengajian hari ini. Minggu lalu aku tidak bisa datang karna keterbatasan dana, jadi aku memutuskan pergi ke mesjid yang dekat saja, Al Barkah di Bekasi. Ilmu tetap dapat tanpa keluar biaya transportasi yang besar. However, I always want to go to Al Azhar. Jadi, begitu aku ada rizqi uang & sehat seperti hari ini, aku datang.
Dimulai setelah acara akad nikah selesai, jam 09.30. Tema hari ini tentang "Pengobatan ala Rasulullah". Yang menjadi nara sumber seorang bule yang menjadi WNI, Mr. Jerry Gray. Intinya, kita harus mengutamakan obat herbal daripada obat kimia kar'na lebih aman, tanpa efek samping. Bahkan bukan cuma obat, tapi juga pengobatan sinar seperti USG, kemoteraphy, mammography, dll... semua itu justru bisa membuat sel-sel yang sehat jadi ikut hancur & makin lemah daya tahan tubuh pasien. Jauhi makanan yang mengandung vetsin terlebih junk food. Banyak olah raga agar racun dalam tubuh bisa keluar lewat keringat. Tidak perlu konsumsi vitamin2 yang ada di iklan TV. Jauh lebih baik konsumsi Habbatusauda untuk daya tahan tubuh & mencegah penyakit2 berbahaya seperti kanker, misalnya. Kata beliau, bisa ditambah minyak zaitun di pagi hari.
Aku sempat menanyakan juga tentang penyakit Diabetes, apa solusi terbaik. Katanya, jika gula darah sedang amat tinggi, maka bisa merebus air 4 gelas dengan beberapa lembar daun durian, Insya Allah akan cepat turun. Sedangkan jika kolestrol & asam urat, memakai daun sirsak.  Duh, andai aku bisa mudah mendapatkan  daun sirsak, untuk mencegah kolestrol. Yang lebih ekstrem, juice bawang bombay. Tentu aja sangat tidak enak untuk diminum begitu saja. Solusinya, bisa dicampur dengan juice tomat / pepaya / apel / anything. Wah, kalau untuk yang satu itu, mungkin nanti2 aja ah! Bawang...kebayang aja rasanya, baunya...neq!
Anyway, aku bersyukur pada Allah diberi petunjuk untuk datang ke Al Azhar kar'na sangat bermanfaat bagiku, bisa langsung dipraktekkan as soon as possible. Olah raga, aku sedang berfikir kapan waktu yang tepat, aku jogging pagi di al muslim. Pasti Pa Satpam membolehkan...
Terima kasih Allah, terima kasih ilmuMu yang kautitipkan lewat Mr. Jerry & terima kasih atas takdirMu bahwa aku bisa datang ke Al Azhar. Subhanallah... Alhamdulillah... Allahu Akbar....        

Senin, 07 Maret 2011

Rumah Perubahan

Hari Sabtu di penghujung Februari. Kulangkahkan kakiku bersama Miss.Ning, one of my best friends, ke sebuah tempat yang sama sekali tidak pernah kudengar sebelumnya. Di pinggir kota Jakarta, daerah Pondok Rangoon, lokasi yang jauh dari komplek gedung mewah bertingkat seperti di jl. Thamrin atau jl. Sudirman. Menurut Miss. Ning yang mengajakku, di tempat itulah kita akan belajar bagaimana cara menulis yang benar karena ada beberapa guru yang akan memberikan ilmunya pada kita. Aku senang menulis. Aku sering bermimpi menjadi penulis & menerbitkan buku. Subhanallah...kini jalan untuk mencapai itu sudah mulai terbuka. Bahkan, membuatku semakin bersyukur, para peserta yang semua adlah guru, tidak dipungut biaya, free! Bapak Rhenald Kasali sebagai pencetus ide sekaligus pemilik Rumah Perubahan memberikan program beasiswa kepada guru-guru yang berniat menjadi penulis. Alhamdulillah... Terima kasih Allah, Kau gerakkan hati beliau untuk bersedia membantu kami. Biaya pelatihan tidak ada yang murah, terutama buatku. Meskipun cuma bernilai ratusan ribu, bukan jutaan, tetap berat dengan kondisi gaji yang tidak mencapai 1,5 per bulan.Tempat kerjaku masih belum bisa membuatku "gemuk" karena aku masih dipandang sebelah mata.
Nama "Rumah Perubahan" bagiku bermakna sederhana tapi sangat bernilai luhur. Sebuah bangunan yang luas, sangat asri karena didominasi kayu, mulai dari lantai sampai langit-langit. Tembok pun diiringi ornamen kayu.  Berbagai aneka pepohonan serta kolam ikan yang sebagian terdengar gemericik airnya. Hemm...serasa di surga, nyaman sekali. Bukan tidak ada peralatan mewah, ada AC & kloset duduk yang mencerminkan modernisasi, namun karena suasana alam yang lebih mendominasi, maka itulah yang terasa di dalam jiwa selama di sana. Makan siang pun aku pernah di saung sambil menatap pepohonan & kolam ikan di bawahnya. I wish it were my house... Tiap suapan kurasakan ni'mat sekali, sampai aku bisa menghabiskan seporsi semuanya sendiri. Menunya enak, ditambah suasana tempat yang nyaman membuatku makan dengan lahap. Sayangnya, musholla kurang terawat. Di atas karpetnya banyak semut hingga aku merasa kurang bisa tenang saat shalat. Mukena cukup banyak tapi sepertinya jarang dicuci karena tidak tercium wangi. Sajadah cuma satu yang terbentang, itu juga terlihat ada debu. Mungkin karena sang empunya tidak pernah shalat di situ ya?
Sebuah rumah yang menurut sejarahnya, berawal dari lokasi pembuangan sampah, namun berkat kejeniusan Pak Rhenald Kasali, menjadi tempat yang indah & bisa melahirkan "orang"  Lingkungan tetangga pun tidak diachkan, semua dimanfaatkan dengan baik oleh beliau. Terima kasih Allah, Kau telah menciptakan seorang baik & pintar seperti Pak Rhenald. Ingin sekali aku menjadi seperti beliau, memiliki ilmu yang luas & bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Ya Allah, berikanlah ganjaranMu yang besar untuknya atas kebaikannya kepada kami, termasuk aku.
Aku ingat, di hari terakhir pelatihan, aku menyapa beliau, bicara langsung sambil menatap wajahnya dari dekat. Sebuah wajah yang ramah & memberikan aura positif padaku. Beliau memberiku semangat untuk bisa menjadi penulis. Beliau meyakinkanku, aku bisa padahal aku yakin, beliau tidak tau siapa aku sama sekali. Aku betul2 mengacungkan jempol untuk seorang Rhenald Kasali.
Sayang aku kurang punya waktu untuk berkeliling di sekitar Rumah Perubahan. Waktu istirahat  sebentar, cuma cukup untuk makan & shalat. Bahkan niat dari rumah mengaji pun, tidak bisa terlaksana. Disiplin waktu jadi jika ada yang terlambat masuk saat acara dimulai, akan dikenai denda. Begitu juga jika hp dibunyikan, apalagi diangkat untuk ngobrol & sms, didenda!
Sepanjang jalan dari berangkat sampai ke tempat tujuan, kemudian kembali lagi ke rumah, asma Allah terus kudengungkan. Subhanallah... Alhamdulillah...diberi kesempatan aku menikmati ilmu untuk mewujudkan cita-citaku. Tidak akan terjadi jika tanpa ijin Allah. Bahkan sempat kena hujan deras di pagi hari kedua, tekadku tetap membara & kuyakini itu sebagian bagian dari ujian dalam perjuangan. There is Allah besides me so I'm not afraid to face the troubles. Apa yang aku lakukan adalah bagian dari ibadah. Motivasi utama menjadi penulis pun ingin memberikan sumbangsih setetes hal berharga pada pembaca, terutama bagi generasi muda & anak2. Banyak pengalaman hidupku. Juga beberapa pengalaman hidup dari beberapa yang kukenal. Semuanya pasti ada hikmah. Semoga Allah memberiku kemudahan & jalan keluar dari tiap kesulitan, aamiin...
Terima kasih Allah, terima kasih Pak Rhenald, terima kasih Rumah Perubahan.... Sebuah rumah yang dapat membuat siapa pun yang memasukinya, termasuk aku, laksana sebuah kepompong berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Aku yang saat ini bukan siapa-siapa suatu hari nanti akan menjadi "seseorang" berkat Rumah Perubahan.
Suatu hari nanti jika Allah mengijinkan aku sukses atas usahaku menjadi penulis, aku juga akan berbuat sama seperti Pak Rhenald, membuat tempat untuk mengasah sumber daya manusia yang berasal dari golongan kekurangan agar menjadi orang yang manfaat, Insya Allah...     

Sabtu, 05 Maret 2011

Syukur pada Ilahi

Alhamdulillah... Finally, I have a blog. Start from a dream, I want to be a writer... I want writing in my blog. I'm grateful to Allah for giving me an opportunity to make my dream comes true. Thanks to Allah for giving me parents like Papa Boy and Mama Anna. Papa made me to love books. When I was a child, he bought me some books until I had a library in my home."Terima kasih papa, dari papa teteh bisa mengenal buku, menyukai baca, bahkan suka menulis" Aku sadar, menjadi seorang penulis yang baik tidak mudah. Butuh ketekunan & kerja keras. Mama adalah guru dalam memberi contoh kesabaran. Juga ketulusan & dedikasi tinggi atas pekerjaan, apa pun itu."Terima kasih mama, sudah menjadi guru paliiing baik buat teteh."  I wish they were here, tapi tentunya tidak mungkin. Papa mama sudah tenang di alam yang lain. Aku sendiri, sendirian berjuang dalam hidup tapi aku terima ini sebagai takdir. Kar'na takdir Allah jualah, aku menjadi guru.Sebuah profesi yang tidak pernah terbayangkan saat di bangku sekolah dulu tapi kujalani dengan penuh syukur kini. Based on being a teacher, I was invited to "Pelatihan Menulis Bagi Guru" by Rhenald Kasali in a scholarship program for 2 days. Subhanallah... sebuah skenario hidup yang sempurna dari Sang Maha Sempurna. Aku ingat saat SD dulu, sering diminta tolong guru untuk menulis di papan tulis. Nilai mengarangku juga selalu bagus. Alhamdulillah... dari Allah kemampuan itu ada. Semua pengalaman hidupku adalah perjalanan yang banyak mengandung hikmah. Semoga setetes ilmu yang aku punya akan ada manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Mohon ijiMu, mohon ridhoMu, mohon pertolonganMu Ya Rabb...  Sebuah tonggak sejarah sudah ditancapkan, usaha keras untuk terwujudnya cita-cita. Aku tidak punya apa-apa kecuali modal semangat & keyakinan bahwa Allah selalu bersamaku. Allahu Akbar....